Man Power Service

Dalam dunia EPC, ada 3 aset yang utama bagi Kontraktor EPC antara lain experience perusahaan, system eksekusi proyek EPC dan manpower. Kebutuhan manpower proyek sebelum eksekusi harus direncanakan lebih dahulu secara matang apakah akan dilakukan direct hire atau subcontracting.

Dengan direct hire organisasi proyek akan menjadi sangat besar karena akan melibatkan banyak orang untuk eksekusi langsung. Sedangkan konsep subcontracting paket pekerjaan diturunkan kepada subkontraktor dimana kontraktor EPC cukup melakukan perencanaan, supervisi dan quality assurance. Walaupun direct hire dilakukan di lokasi proyek setempat sejatinya rekruting tetap memperhatikan system kerja dan quality standard yang dimiliki oleh perusahaan. Dengan demikian control terhadap jumlah manpower proyek dan kualitas manpower proyek tetap terpantau dari home office.

Berdasarkan system eksekusi, Tim kami mengklasifikasikan manpower proyek terbagi dalam 7 bagian: management, project control, engineering, procurement, construction,administration & finance serta QC-HSE. Bila scope pekerjaan mencakup juga commissioning maka akan dibentuk suatu tim commissioning tersendiri. Agar tidak terjadi duplikasi posisi manpower proyek dilakukan klasifikasi personil. Pengklasifikasian ini kerap diminta oleh Owner pada tahap PQ maupun proposal tujuannya adalah untuk melihat kapasitas dan kemampuan perusahaan bila akan mengerjakan proyek baru.

AKPU mengadakan pengklasifikasian personil proyek tersebut dapat menjadi pedoman pembuatan data manpower proyek setiap tahunnya. Dari data yang dibuat ini tentu akan menjadi mudah bagi perusahaan untuk melihat kapasitas pengerjaan proyek perusahaan EPC Kontraktor, menentukan berapa nilai sales dan revenue yang akan dicapai ke depan dan juga berapa nilai profit per employee dengan kondisi saat ini.

-->